Pesan untuk Pengejar Ambisi

Semangatt pagi! Bicara tentang ambisi , pastinya tidak lepas dari target-target yang mau kita capai di beberapa tahun yang akan datang. Se...

Semangatt pagi!

Bicara tentang ambisi , pastinya tidak lepas dari target-target yang mau kita capai di beberapa tahun yang akan datang. Sebenarnya tiba-tiba saya mau nulis ini karena saya menemukan sebuah video dari Thai Life Insurance. Kenapa bisa ketemu ? Saya punya hobi yang cukup aneh kalau lagi bosen , yaitu search video di youtube, kadang-kadang video gak jelas seperti Ryan Higa dkk. yang bisa buat saya ketawa-ketawa sendiri ataupun video-video inspiring yang bisa buat saya nangis-nangis sendiri di kostan seperti anak perantauan yang homesick belum pulang-pulang ke kampung halaman. Jadi , kemungkinan besar saya banyak mencantumkan video di post-post saya selanjutnya.  Kembali ke topik , kebanyakan dari ambisi kita (termasuk saya sendiri) berisi tentang personal glory sebut saja jadi pengusaha dengan financial freedom , masuk PTN oke , S2 di Luar Negeri, jadi Ketua macem-macem, dikenal banyak orang , dan lain-lain . Tidak ada masalah dengan punya ambisi seperti itu , toh kita punya alasan masing-masing yang tentunya berujung pada kebermanfaatan bagi agama , keluarga , dan bangsa. Tetapi , di luar semua itu, saya sangat yakin masih banyak dari kita yang melakukannya agar dicintai dan ingin mendapat feedback yang baik dari para relasi kita sehingga kita tidak sepenuhnya ikhlas. Video ini seakan menampar saya dari kekhawatiran tentang "bagaimana kalau saya tidak jadi apa-apa?"
Video ini cukup menjawab kekhawatiran saya , dan mengingatkan saya pada sebuah kalimat yang pernah saya dapatkan dari blog gagangpinturadit.blogspot.com ,yaitu "kesederhanaan adalah pakaian yang terindah sepanjang masa". Post ini lebih ditujukan untuk diri saya sendiri , sebagai selfnote bahwa nilai kehidupan sebenarnya bukanlah untuk menjadi kaya , dipuja-puja, atau hidup dalam waktu yang lama , tapi hidup adalah tentang bagaimana kita menghargai orang lain , dan bagaimana orang lain menilai kita. Terlebihnya , karena kita adalah orang-orang yang beragama , hidup ini adalah tentang bagaimana mempersiapkan kehidupan kita di akhirat nanti. Tetaplah ambisius untuk gapai cita setinggi mungkin, tetapi jangan lupakan esensi dari perjuangan kita meraihnya #selfnote. 

Do Everything With Love, Not For Love

You Might Also Like

2 komentar

  1. Hai...

    Lagi blog walking gak sengaja mampir kesini. Tulisannya bags, rapih dan ringan tapi sarat makna. Saya beneran nangis nonton video diatas.


    Keep writing ya.


    Viba

    BalasHapus
  2. videonya nampar gue juga dhik haha koleris melankolis? oke kita sama ! huhu :D

    BalasHapus